Bermasalah dengan LIB, 15 Klub Liga 1 Berencana Mogok Sementara

By on October 4, 2017
whatsapp-image-2017-10-04-at-14-15-56

Liga 1 2017 kemungkinan tak berjalan sesuai jadwal. Ini menyusul adanya rencana 15 klub Liga 1 untuk berhenti sementara berkompetisi.

Ke-15 klub yang dimaksud adalah Arema FC, Barito Putera, Bhayangkara FC, Madura United, Mitra Kukar, Persegres Gresik United, Persela Lamongan, Perseru Serui, Persiba Balikpapan, Persija Jakarta.

Selain itu Persipura Jayapura, PSM Makassar, Borneo FC, Semen Padang, dan Sriwijaya.

Rencana ini lantaran adanya ketidakjelaskan dari operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait tiga aspek, yakni bisnis, teknis, dan legal. Terlebih surat perjanjian yang ditandatangani di awal kompetisi belum didapat klub.

Aspek bisnis menyangkut transparansi jumlah sponsor, hak siar, pengunaan anggaran, pelaksanaan live pertandingan, ranking dan rating, serta penjadwalan pertandingan.

Adapun aspek legal seperti kejelasan pemilik modal, perjanjian hak dan kewajiban, serta gaji pemain yang dipanggil timnas. Adapun teknis terkait regulasi, penugasan wasit, kebijakan kompetisi usia muda, transparansi laga home and away, serta implementasi fairness.

“Pada saat sebelum kompetisi itu menggembirakan karena apa yang disampaikan LIB berbeda dari operator sebelumnya seperti keterbukaan sponsor, subsidi, jaminan hukum. Dengan itikad baik, kami kemudian menyetujui,” kata Direkrut Utama Persija Jakarta yang mewakili Forum Klub Sepak Bola Profesional Indonesia, Gede Widiade di Jakarta, Rabu (4/10).

“Saat kompetisi berjalan, kami bermain dan menjalankan ketentuan dan memercayakan kepada LIB hidup kami. Berjalan waktu, kami mencatat dari awal sampai putaran pertama. Yang kami catat aspek bisnis, teknis, dan legal. Saat putaran pertama selesai, LIB adakan evaluasi, tapi evaluasi LIB dengan kehadiran kami, kami rasa kurang sempurna dan belum memenuhi harapan kami terkait tiga aspek itu. Kemudian kami undang klub untuk menyikapi evaluasi,” terang Gede Widiade.

Gede Widiade menjelaskan bahwa rencana itu muncul dalam pertemuan terakhir 14 dari 15 klub, Selasa (3/10). Ini lantaran PT LIB tak juga menanggapi reaksi klub terkait tiga aspek yang dimaksud.

“Kami ingin undang LIB supaya lebih jelas terkait evaluasi dan klarifikasinya dan lebih konkret. Soal perjanjian di awal yang kami tandatangani misalnya, tidak dikembalikan ke kami sehingga banyak hal perlu diklarifikasi. Kami sudat menyurati LIB secara resmi.”

“Dengan fakta itu, kami menjadi penderita. Kami bukan subyek kegiatan berdasarkan perjanjian. Seharusnya ada kesetaraan. Kami komplain, namun tidak ditanggapi dengan baik. Sementara tinggal tujuh laga lagi tersisa,” tambah Gede Widiade.

Sementara itu, Ridwan Bento Madubun mempersilakan klub profesional lain bergabung apabila merasa senasib dengan 15 klub Liga 1.

“Kami pertegas, bahwa kami sudah mengundang LIB, tapi niat ini tidak ditanggapi. Padahal ada keinginan perbaikan tata kelola. Jadi apabila dalam 14 hari, LIB tidak mengembalikan perjanjian, kami sepakat berhenti sementara. Kami beri waktu 14 hari.”

“Apa yang terjadi setelah itu. Kalau dikembalikan, kami akan diskusi. Kalau tidak ada juga, kami akan pikirikan, apakah juga berhenti permanen. Kami harap niat baik ini dengan respek tinggi ke LIB, mendapat respons,” tambah Bento Madubun.

About Frengky Aruan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *