Disorot Media Brasil, Striker Persija Ceritakan Kengerian di Kandang Persib

By on July 25, 2017
persija-luiz-carlos-persipura-wanggai_lib LIB

Kejadian di partai besar yang mempertemukan Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion GBLA, Bandung, Sabtu (22/7), disorot media kenamaan Brasil, Globo. Jalannya pertandingan makin panas setelah sejumlah suporter tuan rumah Bobotoh, melakukan penyerangan kepada pemain Macan Kemayoran.

Botol dan flare dilemparkan ke arah pemain Persija di pinggir lapangan, yang hendak masuk ruang ganti. Pemain dan ofisial Persija dilaporkan mendapat pukulan dari oknum suporter ketika meninggalkan lapangan.

Kepada Globo, Luiz Carlos Junior menceritakan ketakutannya. “Sejujurnya, saya sangat takut. Saya tidak pernah mengalami hal ini dalam hidup,” kata Luiz Carlos Junior.

“Saya selesai sebelum pertandingan berakhir dan pergi untuk mandi dengan dipercepat. Kami harus masuk ke mobil baja untuk langsung keluar dari stadion, bahkan tidak semua orang punya waktu untuk mandi.”

“Saya pikir fans akan memasuki lapangan, beruntung ada banyak polisi. Mereka akan mendapat hukuman besar dan membayar sejumlah denda. Saya pikir laga klasik ini tidak bisa digelar di kandang mereka atau kami, harus di tempat netral. Tidak terjadi apapun, tapi selanjutnya sesorang bisa meninggal dan pemain bisa cedera,” jelas Luiz Carlos Junior.

Luiz Carlos Junior menerangkan bahwa hal ini belum didapati di tahun pertamanya di Indonesia atau ketika memperkuat Barito Putera. “Ini adalah laga Persija Jakarta dan Persib Bandung, yang merupakan laga klasik. Semua orang bicara tentang laga ini, karena merupakan pertandingan besar.”

“Saya melihat persaingan yang luar biasa dan belum pernah melihatnya dalam hidup. Ketika laga digelar di kandang mereka, fans kami tidak diperbolehkan datang. Bila di kandang kami, fans mereka tidak bisa datang. Laga digelar Sabtu dan kami tiba di hotel tanpa menggunakan pakaian tim.”

“Untuk ke pertandingan, berbahaya pergi dengan bus, jadi harus dengan mobil baja. Setelah tiba dan kemudian melakukan pemanasan, fans menghina kami. Normalnya penggemar punya persaingan dengan penggemar lain, tapi mereka menjadi lawan para pemain juga.”

“Laga berakhir 1-1, bayangkan jika kami memenangkan pertandingan? Saya pikir kami tidak bisa meninggalkan stadion. Di putaran kedua, mereka akan bertandang ke kandang kami, tapi fans-nya tidak akan datang, hanya pemain. Jika fans mereka datang, ada potensi korban jiwa.”

“Mereka benar-benar melawan kami. Itu bukan antara mereka. Pelatih kebugaraan kami kena diwajahnya, sementara bek kami kena di tangan. Kapten kami telah bermain di klub dalam waktu lama. Ia juga menjadi lawan dan sangat dibenci fans mereka,” tambah Luiz Carlos Junior kepada Globo.

About Frengky Aruan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *