Lirik Comvalius dan Pluim, Klub Malaysia Ungkap Temuan di Indonesia

By on November 9, 2017
bachdim-comvalius-bali-united_lib Irfan Bachdim dan Sylvano Comvalius/LIB

Pelatih klub Malaysia Felda United, B. Sathianathan, mengungkapkan temuannya di Indonesia. Sebelumnya Sathianathan datang ke Indonesia dan dilaporkan menyaksikan laga antara PSM Makassar kontra Bali United di Stadion Andi Mattalatta, Senin (6/11).

Laga itu disaksikan mengingat Felda United melirik beberapa pemain asing, yakni Sylvano Comvalius dan Willem Jan Pluim. Nama terakhir mencuat setelah dibuka oleh pelatih PSM yang pernah memegang tim Malaysia, Robert Rene Alberts.

Temuan tersebut terkait nilai pemain asing di Indonesia. “Saya baru saja kembali dari Indonesia dengan informasi yang mengejutkan. Saya diberi tahu rekan-rekan saya di Indonesia, bahwa gaji yang mereka (klub) bayar untuk pemain asing jauh lebih rendah dari kami (di Malaysia),” katanya dikutip dari Berita Harian.

Pria yang juga menjadi Presiden Asosiasi Pelatih Sepak Bola Malaysia itu pun meminta klub Malaysia berhati-hati untuk merekrut pemain asing, yang dipatok dengan nilai tinggi oleh agen.

Felda United sebelumnya mengindikasikan mundur memburu Sylvano Comvalius setelah harga yang dipatok agen si pemain begitu besar dan dianggap tak masuk akal.

“(Perbedaannya) tidak sedikit. Bahkan nilainya (di Indonesia) dua atau tiga kali lebih rendah. Sementara kualitas pemain asing mereka sama dengan pemain luar di negara kita.”

“Saya juga memiliki beberapa teman yang terkait dengan Liga Thailand dan Bahrain. Saya menemukan situasi yang sama setelah membandingkan gaji pemain import mereka dengan kita.”

“Tampaknya kita telah ditipu selama ini oleh agen yang meminta gaji lebih kurang sama seperti yang mereka kenakan di klub negara tetangga. Pantaslah Liga Malaysia saat ini menjadi sasaran agen untuk menjual pemain karena mereka dapat makan besarr di sini melalui komisi yang diterima,” ujar Sathianathan.

Menurutnya, pemain asing barulah pantas apabila benar-benar bagus dan punya kualitas di atas rata-rata. “Kalau kualitasnya setara dengan pemain import yang bermain di Indonesia misalnya, mengapa kita harus bayar lebih,” ujar Sathianathan.

About Frengky Aruan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *