Luis Milla Tak Ingin Bikin Para Pemain Timnas U-22 Indonesia ‘Mati’

By on August 30, 2017
timnas-u22-indonesia_pssi

Pelatih timnas U-22 dan senior Indonesia, Luis Milla, tak ingin bikin para pemain Hansamu Yama dkk. ‘mati’. Itu menjadi sebab dirinya tak memanggil para pemain timnas U-22 untuk ikut beruji coba melawan Fiji.

Laga uji coba itu dijadwalkan digelar di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (2/9) atau empat hari setelah timnas U-22 melakoni laga terakhir perebutan medali perunggu SEA Games 2017. Karena itu pula, Luis Milla memutuskan memanggil 20 pemain senior.

20 pemain senior yang dipanggil yaitu Kurnia Meiga, Andritany Ardhiyasa, Beny Wahyudi, Manahati Lestusen, Fachruddin Aryanto, Achmad Jufriyanto, Abdul Rahman, Ahmad Alfarizi, Adam Alis, Gede Sukadana, Bayu Pradana, Fadil Sausu.

Selain itu, Andik Vermansyah, Stefano Lilipaly, Slamet Nurcahyo, Irfan Bachdim, Rizki Pora, M. Rahmat, Boaz Solossa, dan Lerby Eliandry.

“Seperti Anda tahu, selama tujuh bulan saya fokus berlatih bersama pemain U-22, di mana tujuan timnas U-22 yakni untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 dan SEA Games,” jelas Luis Milla.

“Kenapa pemain timnas U-22 tidak dipanggil? Mereka bisa mati. Mereka telah menjalani tujuh laga (di SEA Games 2017). Mereka hampir sebulan bersama kami,” sambung Luis Milla sambil tersenyum, yang ingin memberi Hansamu Yama dkk. istirahat usai meraih medali perunggu SEA Games 2017.

Dari 20 pemain yang dipanggil, tercatat hanya beberapa yang telah merasakan dilatih Luis Milla dan staf pelatih lainnya seperti Kurnia Meiga, Fachruddin, Adam Alis, Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim.

Mereka sebelumnya dikombinasikan dengan para penggawa timnas U-22 untuk uji coba melawan Kamboja dan Puerto Rico.

“Saya akan memperkenalkan ide saya, ide staf pelatih, bagaimana kami bermain. Tentu saja, saya bersama timnas senior ingin memberi image yang bagus,” terang Luis Milla.

About Frengky Aruan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *