Persewangi Dinyatakan Kalah 0-3 dan Didenda 100 Juta

By on October 11, 2017
logo-pssi

Persewangi Banyuwangi dinyatakan kalah WO 0-3 dan didenda 100 juta rupiah. Hal ini seperti disampaikan oleh COO PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigor Shalomboboy.

Ini merupakan keputusan Komisi Disiplin PSSI menyusul laga ‘play-off khusus’ antara Persewangi dan PSBK Blitar, yang berjalan tidak kondusif.

‘Play-off khusus’ diselenggarakan menyusul kesalahan PT LIB yang menempatkan Persewangi sebagai klub yang lolos ke babak play-off setelah menempati posisi keempat klasemen akhir grup 6 dengan poin 8.

Persewangi unggul atas PSBK yang punya poin sama namun kalah selisih gol. Padahal head to head dilihat lebih dulu dan PSBK unggul karena menang 2-0 di Blitar dan kalah 1-2 di Bayuwangi.

PSBK yang tak setuju dengan PT LIB protes ke PSSI. Itu sebelum PSSI memutuskan untuk menggelar ‘play-off khusus’ yang tak ada dalam regulasi.

Persewangi tetap tampil, namun aroma tidak baik tercium sebelum laga dimulai. Para pemain Persewangi enggan berjabat tangan sebelum kick-off disusul panasnya jalannya pertandingan.

Wasit harus mengeluarkan tiga kartu merah dalam 19 menit di laga yang diwarnai sejumlah insiden. Para pemain persewangi sempat membuka jersey untuk menantang keputusan wasit.

Pertandingan yang sudah tidak kondusif diteruskan. PSBK akhirnya mencetak gol di pertengahan babak kedua.

Laga makin panas dan berujung terjadi gesekan lagi dan melibatkan antara pemain, ofisial. Wasit akhirnya menyerah melanjutkan pertandingan pada menit ke-86 setelah tidak sanggup dan kembali menjadi sasaran karena tak memberi penalti kepada Persewangi.

“Tadi malam kami sudah langsung laporkan apa yang terjadi ke PSSI. Kami sudah mendapat informasi sudah ada keputusan Komdis terkait hal itu. Keputusannya, kalau tidak berubah, kalah WO 0-3 dan denda 100 juta kepada Persewangi,” jelas Tigor Shalomboboy.

“Kewenangan murni ada di PSSI. Saya tidak bisa mengatakan PSSI profesional atau tidak. Tapi setiap negara pasti berbeda kebijakan dan kami menghormati keputusan dan menjalankan. Semoga ini menjadi pembelajaran buat semua soal pemahaman regulasi harus dipegang baik-baik. Semoga ini terakhir,” tambah Tigor.

Tigor menjelaskan bahwa Komdis kemungkinan juga menjatuhkan hukuman ke PSBK. “Pertama status pertandingan, kemudian terkait semua pelanggaran seperti kekacauan, pemukulan wasit dan sebagainya. Pemain PSBK kemungkinan terkenan hukuman juga.”

About Frengky Aruan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *