PT LIB Respons Ketidakpuasan 15 Klub Liga 1 Berujung Rencana Mogok

By on October 5, 2017
whatsapp-image-2017-10-05-at-20-07-22

PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberi respons atas ketidakpuasaan 15 klub Liga 1. Sebelumnya perwakilan 15 klub yang tergabung dalam Forum Klub Sepak Bola Profesional Indonesia menyatakan ketidakpuasan terkait kejelasan tiga aspek yakni bisnis, teknis, dan legal.

Ke-15 klub yang dimaksud adalah Arema FC, Barito Putera, Bhayangkara FC, Madura United, Mitra Kukar, Persegres Gresik United, Persela Lamongan, Perseru Serui, Persiba Balikpapan, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, PSM Makassar, Borneo FC, Semen Padang, dan Sriwijaya FC.

Aspek bisnis menyangkut transparansi jumlah sponsor, hak siar, pengunaan anggaran, pelaksanaan live pertandingan, ranking dan rating, serta penjadwalan pertandingan.

Adapun aspek legal seperti kejelasan pemilik modal, perjanjian hak dan kewajiban, serta gaji pemain yang dipanggil timnas. Adapun teknis terkait regulasi, penugasan wasit, kebijakan kompetisi usia muda, transparansi laga home and away, serta implementasi fairness.

Terlebih surat perjanjian yang ditandatangani di awal kompetisi disebut belum didapat klub.

Forum itu menyurati PT LIB dan menyebut tidak mendapat respons. Forum yang diisi perwakilan 15 klub lantas mengultimatum PT LIB untuk bertemu dan apabila dalam 14 hari tidak menanggapi disebut akan mogok sementara.

Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan menjelaskan bahwa pihaknya sebetulnya ingin mengundang klub. “Tapi tiba-tiba disalip. kami ingin mengundang untuk ramah-tamah sekaligus evaluasi jelang berakhirnya kompetisi,” kata Berlinton Siahaan dalam jumpa pers di Hotel Park Lane, Jakarta, Kamis (5/10).

“Seharusnya kami yang mengundang karena kami operator. Tiga klub lain, Persib, Bali United, dan PS TNI saya hubungi mereka tidak mendapat surat, kenapa mereka tidak diundang? Saya meragukan apakah orang-orang yang hadir itu membawa klub atau pribadi. Setelah kami undang mereka, kami akan tahu.”

Berlinton Siahaan menambahkan bahwa hal-hal yang dipertanyakan sebetulnya sudah jelas. “Contoh transparansi bisnis. Kalau transparansi keuangan ada forumnya. Kalau kompetisi delapan bulan maka berakhir November dan setelah itu akan kami jelaskan dan diaudit. Transparansi apa yang harus dijelaskan.”

“Kami juga konsern legalitas, banyak klub tidak meng-update-nya. Mereka punya akte, tapi tidak diperbaharui dan kami coba mengingatkan.”

Berlinton Siahaan menerangkan perihal wasit asing juga sudah jelas. “Wasit asing kan atas persetujuan, kami juga diskusi dengan PSSI. Kalau dipertentangkan undang kami dan PSSI.”

“Kami coba beri yang terbaik dari sisi finansial dan pertandingan, tapi seperti ini. Sampai saat ini, semua klub sudah menerima (kontribusi komersial) sesuai waktunya. Kami coba semaksimal mungkin dan tidak pernah lewat atau nunggak, termasuk di Liga 2.”

“Kami ini sebetulnya keluarga. Kalau bicarakan baik-baik dan musyawarah,” tambah Berlinton.

Sementara itu, CEO PT LIB, Risha Adiwijaya menyatakan bahwa pihaknya akan mengadakan pertemuan pekan depan dengan klub Liga 1. “Dalam waktu dekat. Kami akan undang klub-klub membicarakan hal-hal terkait kompetisi, konteksnya ramah-tamah. itu memang sudah menjadi agenda kami dan undangan akan kami keluarkan minggu ini.”

About Broadcaster

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *